Skandal Abg Tuker Pasangan

Skandal Abg Tuker Pasangan

Skandal Abg Tuker Pasangan

Aqu terbangun karena hp ku berdering.Kulihat Meydita, abg yg kugarap tadi malam, masih

terlelap. Buah dadanya yg montok bergerak seiring dgn tarikan nafasnya. Ingin aqu menggelutinya

lagi, tetapi kerabatku Heldy sedang menunggu diujung hp. Aqu keluar kamar supaya Meydita

tidak terganggu dgn pembicaraanku. Filmbokepjepang.com

“Baru bangun ya”, terdengar suara Heldy diujung sana.

“Iya, mau ngapain pagi gini dah nelpon, masih ngantuk”, jawabku.

“Gini ari baru bangun, udah jam 10 nih. Pasti ngegarap abg ya”.

“La iya lah”, jawabku. “Ada apa”.

“Tukeran abg yuk, aqu semalam main ama pembantu sebelah”.

“Pembantu? emangnya gag ada perempuan yg lain”, kataqu, rada kesel. Filmbokepjepang.com

Masak Meydita mau dituker ama pembantu.

“Tunggu dulu, biar pembantu cantik kaya Anak gedongan. Badannya montok banget dan nafsunya

gede banget, maunya terus2an main. Kamu pasti puas lah main ama dia”.

“Masak sih, kalo perempuanku Meydita, Anak skolahan, montok dan binal kalo di ranjang”, jawabku

lagi.

“Ya udah, kita tukeran aja, mau enggak. Kalo mau aqu ama Normma cabut kerumahmu sekarang”.

Aqu tertarik juga dgn tawaran, ingin juga aqu ngeliat kaya apa sih pembantu yg katanya kaya

Anak gedongan, “Ok, dateng aja”. Pembicaraan terhenti. Aqu kembali ke kekamar.

Meydita udah bangun.

“Ada apa om, mau maen lagi tidak”, katanya sambil tersenyum.

“Belum puas semalem ya Din. Kawan om tadi nelpon ngajakin om tuker pasangan. Meydita mau

tidak maen ama kawannya om. Dia juga ahli kok nggarap perempuan abg kaya Meydita”, jawabku.

“Kalo nikmat ya Meydita sih mau aja”, Meydita bangun dari tempat tidur dan masuk kamar mandi.

Aqu menyusulnya. Sebenarnya aqu nafsu lagi ngeliat Meydita yg masih telanjang bulat, tetapi karena

Normma mau dateng ya aqu tahan aja nafsuku. Kita mandi sama sambil saling menyabuni sesampai

kemaluanku ngaceng lagi.

“Om, kemaluannya ngaceng lagi tuh, maen lagi yuk”, ajak Meydita sambil ngocok kemaluanku.

“Kan Meydita mau maen ama kawannya om, nanti aja maennya. Kawan om ama perempuannya lagi menuju kemari”, jawabku.

Sehabis mandi, kita sarapan dulu. Meydita tetep aja bertelanjang bulat sementara aqu cuma pake

celana pendek saja. Selesai makan aqu menarik Meydita saung dipinggir kolam renang yg ada

dibelakang rumahku. Meydita kupeluk dan kuciumi sementara tanganku sibuk meremes2 buah dada

montoknya. 

Meyditapun tidak mau kalah, kemaluanku digosok2nya dari luar celana ku.

Sedang asik, Heldy dan Normma datang. Heldy sudah biasa kalo masuk rumahku langsung nyelonong

aja kedalem, gelorabirahi.com karena kami punya kunci rumah masing2. Normma ternyata cantik

juga, seperti bintang sinetron berdarah arab yg aqu lupa namanya. Normma make pakean ketat, filmbokepjepang.com

sesampai buah dadanya yg besar tampak sangat menonjol. Pantatnya yg besar juga tampak sangat

menggairahkan. Normma terkejut melihat Meydita yg bertelanjang bulat. Kuperkenalkan Meydita

pada Heldy, Heldy langsung menggandeng Meydita masuk ke rumah.

“An, Heldy bilang dia nikmat banget ngentotsama kamu, kemaluan kamu bisa ngempot ya, aqu jadi

kepingin ngerasain diempot juga”, kataqu sambil mencium pipinya.

“An, kamu nafsuin banget, tetek besar dan pantat juga besar”.

“Meydita kan juga nafsuin pak”, jawabnya sambil duduk disebelahku di dipan.

“Jangan panggil pak dong, panggil om. Kan aqu belum tua”, kataqu sambil memeluknya.

Kucium pipinya sambil jemariku membelai-belai bagian belakang telinganya. Matanya terpejam

seolah menikmati usapan tanganku. Kupandangi wajahnya yg manis, hidungnya yg mancung lalu

bibirnya. Tak tahan berlama-lama menunggu akhirnya aqu mencium bibirnya. Kulumat mesra lalu

kujulurkan lidahku. Mulutnya terbuka perlahan menerima lidahku. Lama aqu mempermainkan

lidahku di dalam mulutnya. Lidahnya begitu agresif menanggapi permainan lidahku, sampai-sampai

nafas kami berdua menjadi tak beraturan.

Sesaat ciuman kami terhenti untuk menarik nafas, lalu kami mulai berpagutan lagi dan lagi. Kubelai

pangkal lengannya yg terbuka. Kubuka telapak tanganku sesampai jempolku bisa menggapai

permukaan dadanya sambil membelai pangkal lengannya. Bibirku kini turun menyapu lehernya

seiring telapak tanganku meraup buah dadanya. Normma menggeliat bagai cacing kepanasan

terkena terik mentari. Suara rintihan berulang kali keluar dari mulutnya di saat lidahku menjulur

menikmati lehernya yg jenjang.

“Om….” Normma memegang tanganku yg sedang meremas buah dadanya dgn penuh nafsu.

Bukan untuk mencegah, karena dia membiarkan tanganku mengelus dan meremas buah dadanya yg

montok.

”An, aqu ingin melihat buah dadamu”, ujarku sambil mengusap bagian puncak buah dadanya yg

menonjol.

Dia menatapku. Normma akhirnya membuka tank top ketatnya di depanku. Aqu terkagum-kagum

menatap buah dadanya yg tertutup oleh BH berwarna hitam. Buah dadanya begitu membusung,

menantang, dan naik turun seiring dgn desah nafasnya yg memburu. Sambil berbaring Normma

membuka pengait BH-nya di punggungnya. Punggungnya melengkung indah. Aqu menahan tangan

Normma ketika dia mencoba untuk menurunkan tali BH-nya dari atas pundaknya.

Justru dgn keadaan BH-nya yg longgar karena tanpa pengait seperti itu membuat buah dadanya

semakin menantang.

“buah dadamu bagus, An”, aqu mencoba mengungkapkan keindahan pada tubuhnya.

Perlahan aqu menarik turun cup BH-nya. Mata Normma terpejam. Perhatianku terfokus ke putingnya

yg berwarna kecoklatan. Lingkarannya tak begitu besar sedang ujungnya begitu runcing dan kaqu. Filmbokepjepang.com

Kuusap putingnya lalu kupilin dgn jemariku. Normma mendesah. Mulutku turun ingin mencicipi buah

dadanya.

“Egkhh..” rintih Normma ketika mulutku melumat putingnya.

Kupermainkan dgn lidah dan gigiku. Sekali-sekali kugigit putingnya lalu kuisap kuat-kuat sesampai

membuat Normma menarik rambutku. Puas menikmati buah dada yg sebelah kiri, aqu mencium

buah dada Normma yg satunya yg belum sempat kunikmati. Rintihan-rintihan dan desahan

kenikmatan keluar dari mulut Normma. Sambil menciumi buah dada Normma, tanganku turun

membelai perutnya yg datar, berhenti sejenak di pusarnya lalu perlahan turun mengitari lembah di

bawah perut Normma.

Kubelai pahanya sebelah dalam terlebih dahulu sebelum aqu memutuskan untuk meraba kemaluannya

yg masih tertutup oleh celana jeans ketat yg dikenakan Normma. Aqu secara tiba-tiba

menghentikan kegiatanku lalu berdiri di samping dipan. Normma tertegun sejenak memandangku,

lalu matanya terpejam kembali ketika aqu membuka jeans warna hitamnya. Aqu masih berdiri

sambil memandang tubuh Normma yg tergolek di dipan, menantang.

Kulitnya yg tak terlalu putih membuat mataqu tak jemu memandang. Perutnya begitu datar. Celana

jeans ketat yg dipakainya telihat terlalu longgar pada pinggangnya tetapi pada bagian pinggulnya

begitu pas untuk menunjukkan lekukan pantatnya yg sempurna. Puas memandang tubuh Normma,

aqu lalu membaringkan tubuhku disampingnya. Kurapikan untaian rambut yg menutupi beberapa

bagian pada permukaan wajah dan leher Normma.

Kubelai lagi buah dadanya. Kucium bibirnya sambil kumasukkan air liurku ke dalam mulutnya.

Normma menelannya. Tanganku turun ke bagian perut lalu menerobos masuk melalui pinggang

celana jeans Normma yg memang agag longgar. Jemariku bergerak lincah mengusap dan membelai

selangkangan Normma yg masih tertutup CDnya. jari tengah tanganku membelai permukaan Cdnya

tepat diatas kemaluannya, basah. Aqu terus mempermainkan jari tengahku untuk menggelitik

bagian yg paling pribadi tubuh Normma. Pinggul Normma perlahan bergerak ke kiri, ke kanan

dan sesekali bergoyg untuk menetralisir ketegangan yg dialaminya.

aqu menyuruh Normma untuk membuka celana jeans yg dipakainya. Tangan kanan Normma

berhenti pada permukaan kancing celananya. Normma lalu membuka kancing dan menurunkan

reitsliting celana jeansnya. CD hitam yg dikenakannya begitu mini sesampai jembut keriting yg

tumbuh di sekitar kemaluannya hampir sebagian keluar dari pinggir CDnya. Aqu membantu menarik

turun celana jeans Normma. Pinggulnya agag Meyditaikkan ketika aqu agag kesusahan menarik

celana jeans Normma. Aqupun melepas celana pendekku.

Posisi kami kini sama-sama tinggal mengenakan CD. Tubuhnya semakin seksi saja. Pahanya begitu

mulus. Memang harus kuaqui tubuhnya begitu menarik dan memikat, penuh dgn sex appeal. Kami

berpelukan. Kutarik tangan kirinya untuk menyentuh kemaluanku dari luar CD ku.

“Oh..” Normma menyentuh kemaluanku yg tegang.

“Kenapa, An?” tanyaqu. Normma tak menjawab, malah melorotkan CD ku.

Langsung kemaluanku yg panjangnya kira-kira 18 cm serta agag gemuk dibelai dan digenggamnya.

Belaiannya begitu mantap menandakan Normma juga begitu piawai dalam urusan yg satu ini.

“Tangan kamu pintar juga ya, An,”´ ujarku sambil memandang tangannya yg mengocok kemaluanku.

“Ya, mesti dong!” jawabnya sambil cekikikan.

“Om sama Meydita semalem maen berapa kali?” tanyanya sambil terus mengurut-urut kemaluanku.

“Kamu sendiri semalem maen berapa kali sama Heldy?” aqu malah balik berrtanya.

Mendapat pertanyaan seperti itu entah kenapa nafsuku tiba-tiba semakin liar. Normma akhirnya

bercerita kalau Heldy nafsu sekali tadi malem menggeluti dia. Mau berapa kali meminta,

Normma pasti melayaninya. Mendengar perjelasan begitu jari-jariku masuk dari samping CD

langsung menyentuh bukit kemaluan Normma yg sudah basah. Telunjukku membelai-belai i tilnya

sesampai Normma keenakan.

“Kamu biasa ngisep kan,?” tanyaqu.

Normma tertawa sambil mencubit kemaluanku. Aqu meringis.

“Kalo punya om mana bisa?” ujarnya.

“Kenapa memangnya?” tanyaqu penasaran.

“Nggak muat di mulutku,” selesai berkata demikian Normma langsung tertawa kecil.

“Kalau yg dibawah, gimana?” tanyaqu lagi sambil menusukkan jari tengahku ke dalam kemaluannya.

Normma merintih sambil memegang tanganku. Jariku sudah tenggelam ke dalam liang kemaluannya.

Aqu merasakan kemaluannya berdenyut menjepit jariku. Ugh, pasti nikmat sekali kalau kemaluanku

yg diurut, pikirku. Segera CD nya kulepaskan.

Perlahan tanganku menangkap buah dadanya dan meremasnya kuat. Normma meringis. Diusapnya

lembut kemaluanku keras banget. Tangannya begitu kreatif mengocok kemaluanku sesampai aqu

merasa keenakan. Aqu tak hanya tinggal diam, tanganku membelai-belai buah dadanya yg montok. Filmbokepjepang.com

Kupermainkan putingnya dgn jemariku, sementara tanganku yg satunya mulai meraba jembut lebat

di sekitar kemaluan Normma. kuraba permukaan kemaluan Normma.

Jari tengahku mempermainkan i tilnya yg sudah mengeras. kemaluanku kini sudah siap tempur

dalam genggaman tangan Normma, sementara kemaluan Normma juga sudah mulai mengeluarkan

cairan kental yg kurasakan dari jemari tanganku yg mengobok-obok kemaluannya. Kupeluk tubuh

Normma sesampai kemaluanku menyentuh pusarnya. Tanganku membelai punggung lalu turun

meraba pantatnya yg montok. Normma membalas pelukanku dgn melingkarkan tangannya di

pundakku.

Kedua telapak tanganku meraih pantat Normma, kuremas dgn sedikit agag kasar lalu aqu menaiki

tubuhnya. Kaki Normma dgn sendirinya mengangkang. Kuciumi lagi lehernya yg jenjang lalu turun

melumat buah dadanya. Telapak tanganku terus membelai dan meremas setiap lekuk dan tonjolan

pada tubuh Normma. 

Aqu melebarkan kedua pahanya sambil mengarahkan kemaluanku ke bibir

kemaluannya. Normma mengerang lirih. Matanya perlahan terpejam.

Giginya menggigit bibir bawahnya untuk menahan laju birahinya yg semakin kuat. Normma menatap

aqu, matanya penuh nafsu seakan memohon kepadaqu untuk memasuki kemaluannya.”Aqu ingin

mengen totmu, An” bisikku pelan, sementara kepala kemaluanku masih menempel di belahan

kemaluan Normma. Kata ini ternyata membuat wajah Normma memerah. Normma menatapku

sendu lalu mengangguk pelan sebelum memejamkan matanya. aqu berkonsentrasi penuh dgn

menuntun kemaluanku yg perlahan menyusup ke dalam kemaluan Normma.

Terasa seret, memang, nikmat banget rasanya. Perlahan tetapi pasti kemaluanku membelah

kemaluannya yg ternyata begitu kencang menjepit kemaluanku. kemaluannya begitu licin sampai

agag memudahkan kemaluanku untuk menyusup lebih ke dalam. Normma memeluk erat tubuhku

sambil membenamkan kuku-kukunya di punggungku sampai aqu agag kesakitan.

Tetapi aqu tak peduli.

“Om, gede banget, ohh..” Normma menjerit lirih.

Tangannya turun menangkap kemaluanku.

“Pelan om”. Soalnya aqu tahu pasti ukuran kemaluan Heldy taklah sebesar yg kumiliki.

Akhirnya kemaluanku terbenam juga di dalam kemaluan Normma. Aqu berhenti sejenak untuk

menikmati denyutan-denyutan yg timbul akibat kontraksi otot-otot dinding kemaluan

Normma. Filmbokepjepang.com

Denyutan itu begitu kuat sampai-sampai aqu memejamkan mata untuk merasakan kenikmatan yg

begitu sempurna. Kulumat bibir Normma sambil perlahan-lahan menarik kemaluanku untuk

selanjutnya kubenamkan lagi. Aqu menyuruh Normma membuka kelopak matanya. Normma

menurut. Aqu sangat senang melihat matanya yg semakin sayu menikmati kemaluanku yg keluar

masuk dari dalam kemaluannya.

“Aqu suka kemaluanmu, An.. kemaluanmu masih rapet” ujarku sambil merintih keenakan.

Sungguh, kemaluan Normma enak sekali.

“Kamu enak kan, An?” tanyaqu lalu dijawab Normma dgn anggukan kecil.

Aqu menyuruh Normma untuk menggoygkan pinggulnya. Normma langsung mengimbangi

gerakanku yg naik turun dgn goygan memutar pada pinggangnya.

“Suka kemaluanku, An?” tanyaqu lagi. Filmbokepjepang.com

Normma hanya tersenyum. kemaluanku seperti diremas-remas ditambah jepitan kemaluannya.

“Ohh.. hh..” aqu menjerit panjang.

Rasanya begitu nikmat. Aqu mencoba mengangkat dadaqu, membuat jarak dgn dadanya dgn

bertumpu pada kedua tanganku. Dgn demikian aqu semakin bebas dan leluasa untuk mengeluar-

masukkan kemaluanku ke dalam kemaluan Normma.

Kuperhatikan kemaluanku yg keluar masuk dari dalam kemaluannya. Dgn posisi seperti ini aqu

merasa begitu jantan. Normma semakin melebarkan kedua pahanya sementara tangannya

melingkar erat di pinggangku. Gerakan naik turunku semakin cepat mengimbangi goygan pinggul

Normma yg semakin tak terkendali.

“An.. enak banget, kamu pintar deh.” ucapku keenakan.

“Normma juga, om”, jawabnya. Normma merintih dan mengeluarkan erangan-erangan kenikmatan.

Berulang kali mulutnya mengeluarkan kata,

“aduh” yg diucapkan terputus-putus.

Aqu merasakan kemaluan Normma semakin berdenyut sebagai pertanda Normma akan mencapai

puncak pendakiannya. Aqu juga merasakan hal yg sama dgnnya, tetapi aqu mencoba bertahan dgn

menarik nafas dalam-dalam lalu bernafas pelan-pelan untuk menurunkan daya rangsangan yg

kualami. Aqu tak ingin segera menyudahi permainan ini hanya dgn satu posisi saja. Aqu

mempercepat goyganku ketika kusadari Normma hampir nyampe. Kuremas buah dadanya kuat

seraya mulutku menghisap dan menggigit putingnya. Kuhisap dalam-dalam.

“Ohh.. hh.. om..” jerit Normma panjang.

Aqu membenamkan kemaluanku kuat-kuat ke kemaluannya sampai mentok agar Normma

mendapatkan kenikmatan yg sempurna. Tubuhnya melengkung indah dan untuk beberapa saat

lamanya tubuhnya kejang. Kepalaqu ditarik kuat terbenam diantara buah dadanya. Pada saat

tubuhnya menyentak-nyentak aqu tak sanggup untuk bertahan lebih lama lagi.

“An, aaquu.. keluaarr, Ohh.. hh..” jeritku. Filmbokepjepang.com

Normma yg masih merasakan orgasmenya mengunci pinggangku dgn kakinya yg melingkar di

pinggangku. Saat itu juga aqu memuntahkan air mani hangat dari kemaluanku. Kurasakan tubuhku bagai

melayg. secara spontan Normma juga menarik pantatku kuat ke tubuhnya. Mulutku yg berada di

belahan dada Normma kuhisap kuat sampai meninggalkan bekas merah pada kulitnya. Telapak

tanganku mencengkram buah dada Normma. Kuraup semuanya sampai-sampai Normma kesakitan.

Aqu tak peduli lagi. Air maniku akhirnya muncrat membasahi kemaluannya. Aqu merasakan nikmat yg

tiada duanya ditambah dgn goygan pinggul Normma pada saat aqu mengalami orgasme. Tubuhku

akhirnya lunglai tak berdaya di atas tubuh Normma. kemaluanku masih berada di dalam kemaluan

Normma. Normma mengusap-usap permukaan punggungku.

“Normma puas sekali dientotom,” katanya.

Aqu kemudian mencabut kemaluanku dari kemaluannya. Dari dalam Heldy keluar sudah berpakaian

lengkap.

“Pulang yuk An, sudah sore”, ajaknya.

Aqu masuk kembali ke kamar. Meydita ada di kamar mandi dan terdengar shower nyala. Aqu bisa

mendengarnya karena pintu kamar mandi tak ditutup. Tak lama kemudian, shower terdengar

berhenti dan Meydita keluar hanya bercelana pendek. Ganti aqu yg masuk ke kamar mandi, aqu

hanya membersihkan tubuhku. Keluar dari kamar mandi, Meydita berbaring diranjang telanjang

bulat.

“Kenapa, lemes ya dientotHeldy”, kataqu.

“Lebih enak ngentotsama om, kemaluan om lebih besar soalnya”, jawab Meydita tersenyum.

“Malem ini kita men lagi ya om”. Hebat banget Meydita, tidak ada matinya. Inginnya dientotterus.

“Ok aja, tapi sekarang kita cari makan dulu ya, biar ada tenaga bertempur lagi nanti malem”, kataqu

sambil berpakaian.

Meydita pun mengenakan pakaiannya dan kita pergi mencari makan malem. Kembali ke rumah

sudah hampir tengah malem, tadi kita selain makan santai2 di pub dulu. Filmbokepjepang.com

Di kamar kita langsung melepas pakaian masing2 dan bergumul diranjang. Tangan Meydita bergerak

menggenggam kemaluanku. Aqu melenguh seraya menyebut namanya. Aqu meringis menahan

remasan lembut tangannya pada kemaluanku. Meydita mulai bergerak turun naik menyusuri

kemaluanku yg sudah teramat keras. Sekali-sekali ujung telunjuknya mengusap kepala kemaluanku

yg sudah licin oleh cairan yg meleleh dari liangnya.Cerita Sex

Kembali aqu melenguh merasakan ngilu akibat usapannya. Kocokannya semakin cepat. Dgn lembut

aqu mulai meremas-remas buah dadanya. Tangan Meydita menggenggam kemaluanku dgn erat.

Putingnya kupilin2. Meydita masukan kemaluanku kedalam mulutnya dan mengulumnya. Aqu terus

menggerayg buah dadanya, dan mulai menciumi buah dadanya. Nafsuku semakin berkobar. Jilatan

dan kuluman Meydita pada kemaluanku semakin menggNormmas sampai-sampai aqu terengah-

engah merasakan kelihaian permainan mulutnya.

Aqu membalikkan tubuhnya sampai berlawanan dgn posisi tubuhku. Kepalaqu berada di

bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku. Kami sudah berada dalam posisi enam

sembilan! Lidahku menyentuh kemaluannya dgn lembut. 

Tubuhnya langsung bereaksi dan tanpa

sadar Meydita menjerit lirih. gelorabirahi.com Tubuhnya meliuk-liuk mengikuti irama permainan

lidahku di kemaluannya. Kedua pahanya mengempit kepalaqu seolah ingin membenamkan wajahku

ke dalam kemaluannya. kemaluanku kemudian dikempit dgn buah dadanya dan digerakkan maju

mundur, sebentar.

Aqu menciumi bibir kemaluannya, mencoba membukanya dgn lidahku. Tanganku mengelus paha

bagian dalam. Meydita mendesis dan tanpa sadar membuka kedua kakinya yg tadinya merapat. Aqu

menempatkan diri di antara kedua kakinya yg terbuka lebar. kemaluan kutempelkan pada bibir

kemaluannya. Kugesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah. Naik turun. Meydita merasa ngilu

bercampur geli dan nikmat. kemaluannya yg sudah banjir membuat gesekanku semakin lancar

karena licin.

Meydita terengah-engah merasakannya. Aqu sengaja melaqukan itu. Apalagi saat kepala

kemaluanku menggesek-gesek i tilnya yg juga sudah menegang.

“Om.?” panggilnya menghiba.

“Apa Din”, jawabku sambil tersenyum melihatnya tersiksa.

“Cepetan..” jawabnya. Aqu sengaja mengulur-ulur dgn hanya menggesek-gesekan kemaluan.

Sementara Meydita benar-benar sudah tak tahan lagi mengekang birahinya.

“Meydita sudah ingin dientotom”, katanya.

Meydita melenguh merasakan desakan kemaluanku yg besar itu. Meydita menunggu cukup lama

gerakan kemaluanku memasuki dirinya. Serasa tak sampai-sampai. Maklum aja, selain besar,

kemaluanku juga panjang. Meydita sampai menahan nafas saat kemaluanku terasa mentok di dalam,

seluruh kemaluanku amblas di dalam. Aqu mulai menggerakkan pinggulnya pelan2. Satu, dua dan

tiga enjotan mulai berjalan lancar.

Semakin membanjirnya cairan dalam kemaluannya membuat kemaluanku keluar masuk dgn

lancarnya. Meydita mengimbangi dgn gerakan pinggulnya. Meliuk perlahan. Naik turun mengikuti

irama enjotanku. Gerakan kami semakin lama semakin meningkat cepat dan bertambah liar.

Gerakanku sudah tak beraturan karena yg penting enjotanku mencapai bagian-bagian peka di

kemaluannya. Meydita bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yg luar biasa ini.

kemaluanku menjejali penuh seluruh kemaluannya, tak ada sedikitpun ruang yg tersisa sampai

gesekan kemaluanku sangat terasa di seluruh dinding kemaluannya.

Meydita merintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini. Meydita mengaqui

keperkasaan dan kelihaianku di atas ranjang. Yg pasti Meydita merasakan kepuasan tak tersampai

ngentotdgnku. Aqu bergerak semakin cepat. kemaluanku bertubi-tubi menusuk daerah-daerah

sensitivenya. Meydita meregang tak kuasa menahan nafsuku, sementara aqu dgn gagahnya masih

mengayunkan pinggulku naik turun, ke kiri dan ke kanan. Erangannya semakin keras.

Melihat reaksinya, aqu mempercepat gerakanku. kemaluanku yg besar dan panjang itu keluar masuk

dgn cepatnya. Tubuhnya sudah basah bermandikan keringat. Aqu pun demikian. Meydita meraih

tubuhku untuk didekap. Direngkuhnya seluruh tubuhku sesampai aqu menindih tubuhnya dgn erat. Filmbokepjepang.com

Meydita membenamkan wajahnya di samping bahuku. Pinggul nya diangkat tinggi-tinggi sementara

kedua tangannya menggapai pantatku dan menekannya kuat-kuat. Meydita meregang. Tubuhnya

mengejang-ngejang.

“om..”, hanya itu yg bisa keluar dari mulutnya saking dahsyatnya kenikmatan yg dialaminya

nersamaqu.

Aqu menciumi wajah dan bibirnya. Meydita mendorong tubuhku sampai terlentang. Dia langsung

menindihku dan menciumi wajah, bibir dan sekujur tubuhku. Kembali diemutnya kemaluanku yg

masih tetidak itu. Lidahnya menjilati, mulutnya mengemut. Tangannya mengocok-ngocok

kemaluanku. Belum sempat aqu mengucapkan sesuatu, Meydita langsung berjongkok dgn kedua

kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuhku.

kemaluannya berada persis di atas kemaluanku.

“Akh!” pekiknya tertahan ketika kemaluanku dibimbingnya memasuki kemaluannya.

Tubuhnya turun perlahan-lahan, menelan seluruh kemaluanku. Selanjutnya Meydita bergerak

seperti sedang menunggang kuda. Tubuhnya melonjak-lonjak. Pinggulnya bergerak turun naik.

“Ouugghh.. Din.., luar biasa!” jeritku merasakan hebatnya permainannya.

Pinggulnya mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tanganku mencengkeram kedua buah

dadanya, kuremas dan dipilin-pilin. Aqu lalu bangkit setengah duduk. Wajah kubenamkan ke

dadanya. Menciumi putingnya. Kuhisap kuat-kuat sambil kuremas-remas. Kami berdua saling

berlomba memberi kepuasan. Kami tak lagi merasakan pNormmasnya udara meski kamar

menggunakan AC. Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain.

Meydita berkutat mengaduk-aduk pinggulnya. Aqu menggoygkan pantatku.

Tusukan kemaluanku semakin cepat seiring dgn liukan pinggulnya yg tak kalah cepatnya. Permainan

kami semakin meningkat dahsyat. Sprei ranjang sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal

serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yg bertambah liar dan tak

terkendali. Aqu merasa air maniku udah mau nyembur. Aqu semakin bersemangat memacu pinggulku

untuk bergoyg. Tak selang beberapa detik kemudian, Meydita pun merasakan desakan yg sama.

Meydita terus memacu sambil menjerit-jerit histeris.

Aqu mulai mengejang, mengerang panjang. Tubuhnya menghentak-hentak liar. Akhirnya, air maniku

nyemprot begitu kuat dan banyak membanjiri kemaluannya. Meydita pun rasanya tak kuat lagi

menahan desakan dalam dirinya. Sambil mendesakan pinggulnya kuat-kuat, Meydita berteriak

panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan dgnku. Tubuh kami bergulingan di atas

ranjang sambil berpelukan erat. “om, nikmaat!” jeritnya tak tertahankan. Meydita lemes, demikian

pula aqu. Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yg ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam!

akhirnya kami tertidur kelelahan.

PutriBokep

leave a comment

Create Account



Log In Your Account