Cerita Sex Misya Penasaran

Cerita Sex Misya Penasaran

Cerita Sex Misya Penasaran

 Malam itu aku sedang berduan sama pacarku lagi asyk nonton film FTF8 di DVD, di sofa lipat kami berduan dan bermesraan juga sedang asik asiknya hapeku berbunyi ada WA dari temanku Misya, doi nanya sedang apa , sebelum aqu membalas WA dia, Misya malah meneleponku kringg kringgg kringg

Karena takut mengganggu pacarku aku agak menjauh sedikit duduknya sambil membelakangi pacarku dan mengangkat telponnya.



“Eh Ya, ngapain nelpon?”

“Iseng aja, kamu nggak keluar?”

“Nggak nih, lagi nonton DVD” jawabku.

“Ooo… barusan mau ngajak pergi,” katanya lagi.

“Nanti deh, maleman dikit,” kataqu.

Sambil ngomong kurasakan kaki cowokku mengusap-usap belakang pahaqu, malah sempat masuk ke celana pendekku, dan menyenggol-nyenggol buah pantatku. Aqu menengok sambil mendelik, tapi sambil tersenyum juga. Kulihat dia menaikkan alisnya sambil tangannya yang satu memegang selangkangannya. Kucuekin dia. Eh kakinya malah mencoba menyenggol selangkanganku, karena kupikir iseng,

kurenggangkan pahaqu hingga niatnya kesampaian.

Dasar si Misya bawel, obrolannya nggak cuma sedikit. Kuladeni dia sambil melirik-lirik TV. Tiba-tiba cowokku berdiri, eh kurasakan penisnya sudah tegak, dan menyundul-nyundulku dari belakang.

Aqu cuma tertawa saja dan mendorongnya pergi. Ia pergi, cuma mematikan DVD dan menggantinya dengan TV sehingga masih ada suaranya. Dan ia kembali lagi menggangguku.

Lalu ia menarik turun celana pendek dan sekalian juga celana dalam yang kukenakan, dan mendorongku hingga menungging sedikit. Lalu ia mengusap vaginaku dari belakang, menciumi tengkukku. Aqu jadi terangsang.

Tak kuperhatikan lagi omongan si Misya. Malah sengaja aqu bertanya-tanya hingga si Misya menjawab panjang lebar. Jari-jarinya ahli sekali, menggosok, menggoda, kadang menarik jembutku dengan pelan, memasukkan jarinya ke dalam vaginaku, sampai tak lama kemudian aqu sudah basah dan terangsang.

Cowokku melepaskan celana pendek dan celana dalamnya juga, lalu mulai mencoba memasukkan penisnya ke dalam vaginaku. Kucoba menjauhkan HP dari mulutku, lalu aqu berbisik

“Gila kamu honey!! Lagi ngomong nih aqu!” Tapi dia cuek saja, dan memang dia tahu aqu sudah terangsang juga.

Tangannya membuka vaginaku yang rapat, lalu penisnya yang panjang mulai mencoba masuk. Rasanya enak sekali ketika kepala penisnya sudah masuk, serasa ada yang mengganjal. Lalu ia mendorong penisnya sedikit demi sedikit, hingga akhirnya seluruhnya berhasil masuk.

Dengan mantap dia mulai menggoyang pelan-pelan, kadang berhenti kalau aqu kesulitan bicara. Aqu memang kesulitan bicara! Nafasku sudah memburu, dan kugerakkan juga pinggulku depan belakang mengimbangi irama genjotannya.

“Ngapain sih kamu?” tanya si Misya mengagetkanku.

“Hah? Ehh… nggak… hmm… aqu digigit nyamuk nih, jadi musti bungkuk-bungkuk nggaruk,” jawabku asal.

Kujauhkan lagi HP dari mulutku dan mengeluh “Aaaaahhhhh….ooohhh….lagi… yang keras!”

“Oooo… gitu…”kata si Misya nggak curiga. “Udah denger belum gosip baru si Edi sama Sonya?”

“Belum tuh,” kataqu susah payah. “Cerita dong!”

Lalu saat si Misya sibuk bercerita, aqu menjauhkan HP ku lagi dari mulutku dan mulai mengerang-erang.

“Enak honey?”kata cowokku.

“Ehhhgg… ahhhh….. aduhh nakalnya kamu… Oh! Oh!”

“Tapi suka kan…” jawabnya sambil tangannya masuk ke kaosku dari bawah. Karena di rumah sama dia saja, aqu nggak pake beha. Tangannya langsung menemukan kedua payudaraku yang bergantungan bebas dan terayun-ayun seirama gerakanku maju mundur.
Memang ia suka sekali memainkan payudaraku yang bulat dan lembut itu. Diremas-remas, dan jarinya menarik dan memutar-mutar puting susuku. “Ohhhh… iya.. iya….”

? Dengerin nggak sih kamu?” kudengar lagi suara si Misya waktu kudekatkan HP ku ke kupingku. Aqu memegangi tangan cowokku, mengisyaratkan supaya ia berhenti menggenjotku dulu, kurasakan ketegangan penisnya berkurang, tapi aqu tidak kuatir karena begitu ia mulai memompaqu lagi pasti penisnya cepat sekali jadi keras.

Ia berhenti tapi tangannya tetap meremas-remas payudara dan pantatku. “Iye… denger kok.. yang kamu bilang si Sonya mau pindah ke kota lain itu? Terus si Edinya gimana dong?

Apa nggak bisa minta pindah aja sama bosnya?” kutanya dia bertubi-tubi dengan nada penasaran dan memancing supaya ia bercerita lagi. Melihatku diam, cowokku mulai aksinya lagi.

Kali ini ia memegangi pinggulku dan menyodokku keras-keras. Aqu menarik nafas dan menghembuskannya pelan-pelan. Dahiku mulai keringatan. Payudaraku rasanya makin gede saja dimainkannya, puting susunya juga ikut dipijat-pijat sampai aqu kkamujotan.

Akhirnya aqu tak tahan lagi. “Misya,sori lho, aqu tapi inget janji nelpon adikku jam segini, dia kan minta dijemput, nah ini waktunya dia ada di rumah.

Aqu telpon kamu lagi ya?” “Hah? Oke deh…dan kita mau cabut jam 8 kalo kamu mau ikut.”

“Iya.. dahhh” Langsung kumatiin HP ku dan kutaruh di meja, dan aqu mulai mengerang dengan bebas.

“Aduhhhhh…OH!! Ohhhhh!!!!! Sekarang! Sekarang!” seruku dengan ngos-ngosan.

“Sekarang apa?” kata cowokku dengan lagak santai, padahal penisnya sudah tegang sekali.

“OOhhhhh… sekarang fuck me please… kuat-kuat… please….” kataqu sambil memaju mundurkan pinggulku, mencoba menanamkan penisnya kuat-kuat kedalam vaginaku.

“Nih!!! Nih!!! Seperti ini?! Nih!!” katanya sambil menghujamkan penisnya itu.

“Iyaaa!!!! Ohhhhhhh…. Ahhhh!!!!!!!!!!!!” ceracauku sambil menghentak-hentakkan pinggulku. Dengan mahir ia menyodokku, kadang pelan, kadang cepat dan dalam. Aqu sudah tak tahan sekali dan akhirnya…..”Uugghhh!!!”

Ia mengentotku makin cepat dan makin cepat, sampai akhirnya kita berdua sampai. Kalau dia orgasme, ia menusukkan penisnya kuat-kuat di vaginaku, lalu dia diam, sampai semua maninya keluar. Kali itu kurasakan banyak sekali. Kami lemas di sofa.

“Bandel kamu…”kataqu dengan sayang padanya. “Hmmmmmmmmmmmm” hanya itu jawabnya.

Sore itu kita habiskan dengan menonton sisa film. Tapi sejak saat itu setiap kali aqu menerima telepon dari si Misya melalui HP ku, cowokku akan menyuruhku untuk menunggingdan mulai mengerjaiku sambil aqu bicara di telepon, kadang aqu diatas, dimana aqu berhenti tiap kali aqu bicara di telpon.

Kenapa Misya? Karena Misya jarang mendengarkan orang, dia terlalu sibuk bercerita dan menggosip. Tentu sampai saat ini si Misya nggak tahu apa yang kami kerjakan waktu ia telpon di waktu senggang. Boleh dicoba, tantangannya nikmat sekali dan menambah bumbu hot di ranjang, karena orang yang diajak ngomong tidak tahu apa yang kita laqukan.

PutriBokep

leave a comment

Create Account



Log In Your Account